Beranda Berita

Berita

Progres Jalan Tol Gempol-Pasuruan Kejutkan Menteri PU

Surel Cetak PDF

___Seperti mimpi di siang bolong, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto tampak terkejut melihat pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan. Boleh jadi dibenak menteri kelahiran Pengging, Jawa Tengah ini mengira Jalan Tol Gempol-Pasuruan masih belum apa-apa, alias jalan ditempat. Tapi ternyata pembangunan fisik sudah mencapai hampir 60%. “Benarbenar saya tidak menyangka,” ujarnya.
___Sabtu lalu (4/1) Djoko Kirmanto mampir ke Proyek Jalan Tol di Jawa Timur di sela-sela mengikuti kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang dalam rangka menghadiri Haul Mantan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur. Proyek Jalan Tol di Jawa Timur yang dikunjungi Menteri PU adalah Relokasi Porong-Gempol, Gempol-Pasuruan, dan Gempol-Pandaan.
___Kunjungan Menteri PU yang terkesan mendadak membuat Direktur Utama PT Transmarga Jatim Pasuruan (TJP) Hengki Herwanto mengaku baru jam 5 pagi mendengar kabar itu. “Saya dikontak Pak Agus (General Manager Surabaya-Gempol, Agus Purnomo) setelah Pak Agus mendapat kabar dari Humas Balai Besar Jalan & Jembatan Kementrerian PU,” tutur Hengki menceritakan kunjungan itu.
___Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU disambut Kepala Cabang Surabaya-Gempol yang juga Komisaris TJP Agus Purnomo, Direktur Utama Jasa Marga Pandaan Tol Setiyono, Direktur Utama TJP Hengki Herwanto dan Pimpro TJP Rudy Hardiansyah. Konsultan dan kontraktor masing-masing proyek ikut juga mendampingi para owner (pemilik proyek).
___Kesempatan menteri berkunjung ke lapangan ini benar-benar dimanfaatkan untuk saling tukar informasi. Menteri PU menanyakan kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, para owner proyek pun menceritakan kesulitan-kesulitan yang dialami di lapangan.
___Menteri PU juga sempat menanyakan dukungan Bupati Pasuruan dalam pembangunan Jalan Tol yang berada di wilayahnya. Semua owner proyek senada mengungkapkan dukungan Bupati sekarang lebih besar dibanding Bupati sebelumnya.
___“Bupati Irsyad Yusuf sampai terjun langsung untuk melakukan pendekatan kepada para pemilik tanah yang belum bersedia dibebaskan. Selain itu, beliau juga bersedia meneken SK reappraisal yang akan terbit tidak lama lagi. Mudah-mudahan dengan harga baru itu pemilik tanah yang belum sepakat harga bisa segera melepas tanahnya,” papar Hengki.
___Sebagaimana diketahui, dari beberapa proyek jalan tol di Jawa Timur, tiga ruas diantaranya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Ketiga proyek tersebut adalah Relokasi Porong-Gempol, Gempol-Pandaan, dan Gempol-Pasuruan dan diharapkan bisa dioperasikan tahun ini juga.(Roedi P, edited by Donny)

 

UGR Jalan Tol Gempol-Pasuruan: Meski Seksi I Stagnan, Seksi II & III Running

Surel Cetak PDF

___Meski pembebasan lahan untuk Seksi I masih terganjal sekitar 11%, namun jadwal pembebasan lahan untuk Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi II dan III tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Senin lalu (25/11) Panitia Pembebasan Tanah (P2T) membayar Uang Ganti Rugi (UGR) kepada 87 warga dengan nilai mencapai Rp 4,5 miliar. Pembayaran UGR ini berlangsung di Pendopo Desa Logowok, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
___Karena ini UGR perdana untuk Seksi II & III, hampir semua instansi yang terkait dengan pembebasan tanah Jalan Tol Gempol-Pasuruan. Hadir dalam acara tersebut, diantaranya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Cipta Karya, Dinas Perkebunan & Kehutanan, Dinas Pertanian, P2T, TPT, serta Bank Rakyat Indonesia sebagai bank pembayar. Bahkan Asisten III Kabupaten Pasuruan, HM Suharto, sempat menengok berlangsungnya acara itu.
___Ruddy C. Napitupulu, Ketua TPT Jalan Tol Gempol-Pasuruan, memaparkan kalau pembayaran UGR ini baru tahap pertama untuk pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi II & III. Pada pembayaran perdana ini prioritas diberikan kepada warga Desa Logowok, karena proses pemberkasan administrasi sudah selesai semua. “Tahap pertama saja sudah segini banyaknya, apalagi tahap-tahap selanjutnya,” ungkap Ruddy sambil bercanda.
___Dalam sambutannya sebelum acara pembayaran UGR dimulai, Ruddy sempat memaparkan keuntungan warga yang memperoleh UGR pada tahap-tahap awal. Karena uangnya bisa segera dibelikan tanah baru mumpung harganya masih belum naik. “Kalau yang menerima pada tahap-tahap akhir, harga tanah di sekitar lahan pembebasan keburu naik tinggi dan nilai UGR yang diterima sudah tidak ada artinya lagi,” paparnya.
___Di samping itu, lanjut Ruddy, sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi, warga bisa memanfaatkan tanah yang sudah dibeli oleh pemerintah itu untuk bercocok tanam. “Hasilnya bisa Bapak dan Ibu nikmati sendiri. Enak, kan?” ucap pejabat TPT berkumis ini dengan gaya persuasif.
___Kepada kontributor Info Tol, Tri Mahendra, Sekretaris P2T memberi keterangan meski progres pembebasan tanah untuk Seksi 1 masih stagnan, namun titik terang penuntasan lahan yang belum terbebaskan sudah mulai tampak. “Kita menunggu turunnya SK Bupati Pasuruan tentang re-apparisal. Mudah-mudahan dengan harga re-apparisal ini, warga bisa sepakat dan segera menyerahkannya kepada pemerintah,” ujar Tri Mahendra.
___“Apabila warga yang belum sepakat harga ini sudah mau menerima harga baru yang ditetapkan pemerintah, pengerjaan konstruksi untuk Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi I tidak terhambat lagi,” pungkas salah seorang pejabat di Kabupaten Pasuruan ini.(Roedi P edited by Donny)

 

Corporate Communication Jasa Marga Selenggarakan Rakor Kehumasan 2013

Surel Cetak PDF

___Guna memaksimalkan fungsi kehumasan, baik di Kantor Pusat, Cabang, dan Anak Perusahaan serta menciptakan jalur koordinasi dan saluran komunikasi yang baik dan efektif, Corporate Communication Jasa Marga menyelenggarakan Rapat Koordinasi yang berlangsung di Hotel Ibis, Yogyakarta, (7-9/11). Kegiatan ini sudah dilakukan ketiga kalinya sejak tahun 2011 dan diikuti oleh 41 insan Humas, dari 9 Kantor Cabang ,12 Anak Perusahaan, dan Kantor Pusat.
___Rapat koordinasi yang dibuka langsung oleh AVP Corporate Communicaton, Wasta Gunadi ini dirancang khusus untuk memahami pentingnya peran dan fungsi corporate communication dalam membangun image perusahaan sehingga memberikan nilai lebih perusahaan di mata karyawan dan stakeholders lain. Seperti, tahun sebelumnya,
___Rakor kali ini juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD), workshop, dan sharing session. Rakor yang berlangsung selama tiga hari ini membahas beberapa hal, diantaranya, sosialisasi usulan strategic issue Komunikasi Perusahaan tahun 2014. Hal ini merupakan gambaran isu yang akan terjadi selama tahun 2014, yang juga dapat menjadi referensi program kegiatan Komunikasi Perusahaan, serta update informasi perusahaan.
___Selain usulan strategic issue, FGD Riset Komunikasi Perusahaan juga dilakukan mengingat program tahun 2014 Riset Komunikasi atau Survei Persepsi Stakeholder, Departemen Corporate Communication yang bekerjasama dengan Tim Konsultan Triliant mengadakan salah satu bagian risetnya untuk target stakeholder karyawan melalui peserta Rakor. Dimana, salah satu ruang lingkup riset adalah program komunikasi perusahaan.
___Pada pelaksanaan Rakor kali ini, dalam sharing session, para peserta diharapkan dapat lebih aktif dalam menyampaikan gagasan dan sarannya terkait program pekerjaannya. Cabang maupun Anak Perusahaan menyampaikan materi presentasi mengenai program unggulan atau inovasi di Cabang atau Anak Perusahaan masing-masing, baik berupa program kerja maupun berbagi pengalaman dan penyelesaian hambatan dalam pekerjaannya.
___Hari Jumat (8/10), para peserta Rakor mengikuti Pelatihan ‘One Day Class Training’ Jurnalistik di Universitas Gajah Mada. Selama pelatihan berlangsung, para peserta diberikan materi mengenai teknik penulisan berita dan dasar-dasar fotografi.
___Untuk meningkatkan informasi perusahaan, khususnya progress pembangunan jalan tol, keesokan harinya Sabtu (9/11), para peserta akan mengunjungi Proyek Tol Semarang-Solo, dimana dalam waktu dekat akan dioperasikan Seksi II Ungaran-Bawen.
___Dengan terselenggaranya Rakor tahun 2013, diharapkan para peserta mampu memaksimalkan fungsi kehumasan dengan memahami prinsip-prinsip dasar kehumasan secara terintegrasi.(Donny)

 

Direksi TJP Wajibkan Seluruh Karyawan Tinjau Lapangan

Surel Cetak PDF

___Bekerja di PT Transmarga Jatim Pasuruan (TJP) rupanya harus siap bekerja di segala bidang. Betapa tidak? Peninjauan lapangan yang biasanya menjadi tugas dan kewajiban Divisi Teknik, kini Direksi mewajibkan seluruh karyawan juga wajib melakukan tinjauan lapangan minimal sebulan sekali. Tidak peduli itu karyawan kontrak sekalipun.
___“Kewajiban ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan pada pekerjaan dan perusahaan kita,” ujar Hengki Herwanto, Direktur Utama PT TJP, dalam instruksi yang dilontarkannya pada acara doa rutin bersama Selasa kemarin (29/10). Tidak sekadar dilontarkan secara lisan, Surat Edaran Direksi tentang hal itu pun sudah dipersiapkan dan tinggal disebarkan kepada seluruh karyawan.
___Dalam kunjungan lapangan tersebut, lanjut Hengki, setiap karyawan diharapkan bisa mengamati dan mencatat perkembangan baru ( progress ) pengerjaan proyek. “Memang tidak semua karyawan menguasai soal teknik. Tapi diharapkan seluruh karyawan bisa aktif bertanya pada orang yang lebih tahu. Itu bisa kontraktror, konsultan, atau teman-teman pada Divisi Teknik,” papar mantan Corporate Secretary Jasa Marga ini.
___Hasil pengamatan dan pencatatan karyawan yang tengah melakukan tinjauan lapangan itu langsung dilaporkan ke Direksi dengan tembusan ke Project Manager . Untuk mempermudah pengisian laporan, telah disiapkan form kunjungan lapangan yang terlampir pada Surat Edaran Direksi. “Jadi sekali lagi, ini bukan untuk mencampuri tugas dan wewenang teman-teman Divisi Teknik, tapi berfungsi untuk memberi masukan saja,” tegas Hengki.
___Donny Himawan, karyawan kontrak yang bertugas di Bagian Teknologi Informasi mengaku tidak mempermasalahkan adanya kewajiban itu. “Di samping bisa tahu langsung kondisi lapangan, juga bisa sekalian jalan-jalan, refreshing. Bosan kalau tiap hari di kantor terus,” ucapnya sambil tersenyum.
___Sesuai rencana, kewajiban tinjauan lapangan untuk seluruh karyawan ini mulai berlaku pada bulan Oktober ini.(Roedi P, edited by Donny)

 

Bank Sindikasi Tagih Janji TPT

Surel Cetak PDF

___Mengamati fakta progres pembebasan tanah yang tidak sesuai target, Bank Sindikasi pemberi kredit pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 tampak agak jengah juga. Oleh sebab itu , tatkala ada kesempatan mengadakan site visit pertengahan Oktober (10/10) kemarin, Bank Sindikasi menagih janji Tim Pembebasan Tanah (TPT).
___“Saat kami datang awal tahun untuk kepastian pencairan kredit, TPT berjanji pembebasan tanah akan selesai pada bulan Agustus. Namun sampai bulan Oktober ini ternyata pembebasan tanah belum tuntas juga. Kendalanya dimana, Pak?” tanya Rizky dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) mewakili teman-teman dari Bank Sindikasi.
___Ruddy C, Napitupulu, ketua TPT Jalan Tol Gempol-Pasuruan, mencoba memberi pengertian pada para perwakilan Bank Sindikasi. “Memang benar kita berjanji persoalan tanah akan selesai pada bulan Agustus 2014. Namun persoalan tanah benar-benar uncontrolable,” papar Ruddy.
___“Bisa saja hari ini kita tuntaskan persoalan tanah dengan cara konsinyasi. Tapi sebaiknya hal itu sebisa mungkin kita hindari. Karena meski telah dilakukan konsinyasi, namun untuk melaksanakan eksekusi ternyata tidak semulus seperti yang kita perkirakan. Gejolak sosial dan kesiapan aparat adalah salah satu hal yang harus kita pertimbangkan,” imbuh pria berkumis ini. “Makanya kita mencoba cara lain yang lebih efektif dan efisien,” ungkapnya lagi.
___Untuk memuluskan penuntasan pembebasan tanah yang hanya tinggal 11% ini, menurut Ruddy, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) telah membuat rancangan re-apparasial untuk memperbarui harga. Dengan harapan masyarakat yang belum sepakat harga bisa sepakat dengan harga baru ini. “Draftnya sudah jadi. Dalam waktu dekat akan diplenokan dengan Dinas Cipta Karya (penafsir harga bangunan) dan Dinas Perkebunan/Kehutanan (penafsir harga Tanaman). Kalau semua sepakat, draft reappraisal akan diajukan ke Bupati Pasuruan untuk dimintakan persetujuan. Kalau Bupati setuju, harga baru ini akan ditawarkan kepada masyarakat yang tanahnya belum bersedia dibebaskan. Kalau dalam tiga kali penawaran masih ada masyarakat yang belum bersedia juga, jalan akhir konsinyasi terpaksa harus dilakukan,” urai Ruddy panjang lebar.
___Sepanjang proses reaprraisal berjalan, P2T dan TPT tetap melakukan pendekatan kepada masyarakat yang tanahnya belum bersedia dibebaskan. “Harapan kami ada masyarakat yang luluh dan mau menerima harga appraisal yang masih berlaku,” ungkap pria asal Tapanuli ini.
___Sebagaimana diketahui, pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1, selain dibiayai dengan modal sendiri (equity) juga menerima kucuran kredit dari Bank Sindikasi yang terdiri dari Bank Rakyat Indonesia , Bank Mandiri, Bank Nasional Indonesia, dan Bank Jatim. Bank Sindikasi bersedia mengucurkan kredit asal permasalahan tanah sudah bebas 100%. Bila pembebasan tanah belum tuntas, Bank Sindikasi tetap bersedia menggelontorkan dananya asal pembebasan tanah sudah mencapai minimal 75% dan mendapat persetujuan dari BPJT. Kedua syarat itu telah dipenuhi oleh PT Transmarga Jatim Pasuruan sebagai Badan Usaha Jalan Tol Gempol-Pasuruan dan kredit telah dicairkan sesuai dengan progress konstruksi yang telah berjalan.
___Namun demikian, Bank Sindikasi tetap memantau progres pembebasan tanah untuk memastikan pengembalian dana yang telah dikucurkannya.(Roedi P, edited by Donny)

 

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL