Beranda Berita

Berita

Atasi Tanah Belum Bebas: Tim Tanah Gempas Temui Kasubdit Lahan Bina Marga

Surel Cetak PDF

___Pembebasan tanah untuk kebutuhan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi I memang hanya tinggal 12%. Namun demikian, pembebasan lahan itu ternyata tidak segampang yang diperkirakan. Salah satu penyebab yang terjadi adalah soal ketidaksepakatan harga.
___Tim Pembebasan Tanah (TPT) dan Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan sudah berupaya simultan untuk mendekati warga. Namun sampai berita ini ditulis, belum ada titik terang hasilnya.
___Khawatir penuntasan pembebasan tanah tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, TPT dan P2T Jalan Tol Gempol-Pasuruan, akhirnya menemui Kasubdit Lahan Dirjen Bina Marga, Heri Marzuki, di Jakarta. Mereka terbang ke Jakarta akhir Mei lalu.
___Pada pertemuan itu banyak hal yang dibahas dan dibicarakan. Diantaranya opsi terakhir yang terpaksa dilakukan adalah melakukan konsinyasi di Pengadilan.
___“Tapi itu jalan akhir kalau memang benar-benar terpaksa. Selama waktu tersisa ini kita tetap intensif melakukan pendekatan kepada warga,” ujar sumber kontributor Info Tol di TPT.
___Sumber tersebut juga menuturkan kalau Kasubdit Lahan meminta semua pihak yang terlibat dalam pembebasan tanah untuk Jalan Tol Gempol-Pasuruan tetap bersikap optimis. “Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” ujar sumber kontributor Info Tol menirukan Heri Marzuki.
___Seusai pertemuan di Jakarta, TPT maupun P2T akan merumuskan langkah-langkah konkrit agar pembebasan tanah untuk Jalan Tol Gempol-Pasuruan bisa selesai sesuai jadwal.(Donny)

 

Pembayaran UGR ke XXXI dan XXXII: Sebulan Berikan Dua Kali UGR Total Rp 1,45 M

Surel Cetak PDF

___Meski tidak seberapa luasannya, namun apa yang dilakukan P2T dan TPT Proyek Jalan Tol Gempol-Pasuruan dalam hal pembebasan tanah patut diacungi jempol. Dalam bulan Mei kemarin, dua kali mereka melakukan pembebasan tanah dengan melakukan Uang Ganti Rugi (UGR) pada warga.
___UGR pertama dilakukan pada Kamis (16/5), dan UGR ke 2 dilakukan Jumat (31/5) di Pendopo Kelurahan Gununggangsir, Kecamatan Beji, Pasuruan. Keseluruhan tanah yang dibebaskan selama bulan Mei 2013 berjumlah 9 bidang dengan luasan 0,29 ha. Biaya yang dikeluarkan untuk pembebasan tanah itu sebesar Rp 1,45 miliar.
___Dalam kesempatan itu Tri Mahendra, Sekretaris II P2T Kabupaten Pasuruan, meminta kepada warga yang tanahnya telah dibebaskan agar bisa membantu tugas P2T atau TPT.
___“Bapak dan Ibu bisa mengajak ngomong tetangganya atau saudaranya yang tanahnya belum dibebaskan agar segera menyerahkan tanahnya kepada Pemerintah. Karena kalau ditunda-tunda, nilai uang yang sekarang seharusnya sudah diterima tidak akan ada artinya lagi di masa mendatang,” imbuh Tri Mahendra.
___Harga tanah, bangunan, dan tanaman yang ada saat ini, lanjut Mahendra, adalah harga valid yang sudah ditetapkan tim appraisal. “Jadi sampai kapan pun ya tidak akan berubah,” tegas Mahendra seolah menyindir warga yang belum bersedia menyerahkan tanahnya karena ketidaksepakatan harga.
___“Dan perlu dingat, harga itu sudah jauh di atas NJOP,” tegas Mahendra. Dengan proses UGR yang kemarin itu, tanah bebas yang sudah bisa digunakan untuk Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan mencapai 88,9 %. “Itu sudah termasuk yang controlable (tanah yang otomatis bebas tanpa melalui proses UGR, red),” papar Edy Subiantoro, Asisten Muda Persiapan Pengadaan Lahan (PPL) PT Transmarga Jatim Pasuruan.(Donny)

 

Investasi Terbesar Jasa Marga di Jawa Timur

Surel Cetak PDF

___Investasi PT Jasa Marga di Jawa Timur merupakan investasi terbesar dibanding dengan provinsi lainnya di Indonesia saat ini. Di tahun ini, ada tiga proyek jalan tol baru dan satu proyek jalan tol pengganti dengan nilai investasi sekitar Rp 8 triliun. Atau sekitar 52 % dari APBD Jawa Timur 2013 yang angkanya sebesar Rp 15,3 triliun (sumber: http://dprd.jatimprov.go.id). Keempat proyek tol tersebut adalah Jalan Tol Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Surabaya-Mojokerto dan Relokasi Jalan Tol Porong-Gempol.
___Keseriusan Jasa Marga dengan melakukan investasi sebesar ini tentunya bukan karena hitungan bisnis semata. Namun juga karena keinginan Jasa Marga untuk membangkitkan kembali perekonomian di Jawa Timur setelah kejadian terputusnya Jalan Tol dari Porong ke Gempol akibat luapan lumpur Lapindo pada tahun 2006 lalu. “Kami yakin dengan selesainya seluruh ruas tol yang kita bangun, perekonomian di Jawa Timur akan meningkat. Jalur ekonomi antara Surabaya dengan kota-kota di selatan seperti Pandaan dan Malang, juga daerah di timur seperti Probolinggo, Pasuruan, sampai Banyuwangi, akan semakin lancar,” jelas Business Development Director Jasa Marga Abdul Hadi Hs, pada acara Media Briefing yang diselenggarakan oleh Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU di Hotel Meritus, Surabaya, Kamis malam (16/5).
___Dalam acara tersebut, Abdul Hadi didampingi GM Surabaya-Gempol Agus Purnomo, Pimpro Porong-Gempol Mulyono, Dirut PT Marga Bumi Adhikaraya Setiyono, Dirut Marga Nujyasumo Agung Slamet Sudrajat, dan Dirut PT Transmarga Jatim Pasuruan Hengki Herwanto.
___Multiplier effect keberadaan jalan tol juga sudah dirasakan masyarakat yang wilayahnya dilintasi jalan tol. Hal ini bisa dilihat perkembangan luar biasa di daerah Bekasi, Cikarang, Karawang sampai dengan Purwakarta. Bahkan roda ekonomi Bandung pun semakin cepat berputar karena adanya Jalan Tol Cipularang. Arus barang dan penumpang dari daerah Tasikmalaya,Garut, Cileunyi ke Jakarta pun semakin cepat.
___Kondisi ini pun bisa terjadi di wilayah Jawa Timur. Apabila keempat ruas tol ini selesai, daerah-daerah yang dilintasi pun akan semakin berkembang. Surabaya-Bromo yang biasanya memakan waktu 3 – 4 jam, bisa menjadi 1,5 – 2 jam. Begitu juga kota-kota lainnya yang terhubung dengan keempat ruas tol tersebut. “Arus penumpang dan barang akan semakin meningkat, sehingga akan semakin banyak pengusaha dan masyarakat yang diuntungkan dengan adanya jalan tol ini,” tegas Abdul Hadi.
___Dampak positif pembangunan jalan tol, bukan hanya ketika jalan tol tersebut selesai dibangun dan dioperasikan, tapi pada saat pembangunan pun sudah memberi manfaat bagi banyak pihak. Ribuan tenaga kerja akan terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan jalan tol ini. Industri yang berkaitan dengan kebutuhan material jalan tol, seperti semen atau besi, juga akan semakin meningkat. “Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasir pun melibatkan banyak pekerja, mulai dari penambangan pasir sampai dengan pembongkaran di lokasi proyek,” ujar Abdul Hadi.
___Dan yang lebih membanggakan, tambah Abdul Hadi, bahwa seluruh material dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan jalan tol semuanya berasal dari dalam negeri. “Tak ada campur tangan asing dalam pembangunan jalan tol,” tegasnya. Ini menunjukkan bahwa manfaat keberadaan jalan tol benar-benar dirasakan oleh masyarakat di negeri sendiri.
___Oleh karenanya, Jasa Marga memerlukan dukungan berbagai pihak untuk dapat menyelesaikan seluruh pembangunan jalan tol ini tepat waktu. Khususnya di bidang pengadaan lahan, yang menjadi kendala utama. Kalau masalah lahan dapat diselesaikan sesuai jadwal, tentunya pembangunan jalan tol cepat selesai. “Hal ini dapat dilihat pada pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, yang progresnya bisa sesuai jadwal karena tidak ada kendala lahan,” jelas Abdul Hadi.

___Menurut Business Development Director ini, permasalahan utama dalam pembangunan jalan tol adalah masalah lahan. Tapi dia yakin bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. “Meskipun domain pembebasan tanah itu bukan di Jasa Marga, tapi kami secara pro aktif membantu Tim Pembebasan Tanah untuk dapat segera menyelesaikan pekerjaan itu,” ujarnya.
___Progress tanah dari empat jalan tol yang sedang dibangun Jasa Marga di Jawa Timur bervariasi. Sampai dengan akhir April lalu, Proyek Jalan Gempol-Pandaan sudah mencapai 99,03% dan Gempol-Pasuruan untuk Ruas Gempol-Rembang sudah mencapai 82%. Sedang untuk Jalan Tol Surabaya-Mojokerto secara rata-rata sudah mencapai 61%. Ini terjadi karena ada satu seksi yang pembebasan lahannya baru mencapai 35%, yaitu Seksi II yang menghubungkan Waru ke Driyorejo. Sedang seksi lainnya rata-rata sudah di atas 50%. Bahkan untuk IA (Waru-Sepanjang) pembebasan lahannya sudah 99,59%.
___Untuk Relokasi Porong-Gempol, untuk On/Off Ramp Ketapang sudah 100% dan Kejapanan-Gempol sudah mencapai 87%. Saat ini keempat ruas tol ini sedang melaksanakan konstruksi pembangunan. “Kami berharap masalah lahan ini dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan, sehingga ki ta dapat menyelesaikan pembangunan jalan tol ini tepat waktu dan masyarakat dapat segera memanfaatkan jalan tol ini,” jelas Abdul Hadi.
___Pada tahun ini kita harapkan Ruas Tol Gempol-Pandaan dapat di selesaikan konstruksinya. Sehingga waktu tempuh masyarakat dari Surabaya yang akan ke Malang atau sebaliknya bisa lebih cepat. “Kami juga berharap relokasi Porong-Gempol ini dapat kita selesaikan secepatnya, karena ruas tol inilah yang saat ini menjadi missing link antara Surabaya ke Gempol,” ujar Abdul Hadi. Apabila relokasi Porong-Gempol ini selesai, maka akan mampu menarik lalu lintas dari Surabaya ke Gempol. Tentunya hal ini akan meningkatkan jumlah lalu lintas yang akan melintas di Tol Gempol-Pandaan dan Gempol-Pasuruan.
___Rombongan wartawan ini juga berkesempatan mengunjungi Proyek Jalan Tol Gempol-Pandaan, diterima oleh Dirut PT Marga Bumi Adhikaraya Setiyono dan Dirut PT Transmarga Jatim Pasuruan Hengki Herwanto.(Donny)

 

Proyek Gempol-Pasuruan: Bank Sindikasi Kirim Konsultan Pengawas Kredit Tinjau Lapangan

Surel Cetak PDF

___Perjanjian kredit antara Bank Sindikasi dengan PT Transmarga Jatim Pasuruan (BUJT Gempol-Pasuruan) memang telah ditandatangani. Namun Bank Sindikasi tetap memerlukan Konsultan Pengawas Kredit untuk bisa mencairkan 70% dari keseluruhan dana yang bakal dikucurkan untuk membiayai proyek pembangunan jalan tol ini. Dana itu akan dikucurkan bertahap sesuai dengan progres pembangunan yang telah dihasilkan.
___Seiring dengan berjalannya proyek pembangunan jalan tol Gempol-Pasuruan Seksi 1, Bank Sindikasi mengutus Konsultan Pengawas Kredit untuk turun langsung ke lapangan memastikan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan. Site visit ini berlangsung Rabu (17/04), dengan titik lokasi kunjungan di Gempol Junction dan Over Pass Oro-Oro Ombo.
___“Hasil dari tinjauan lapangan ini menjadi salah satu pertimbangan dari konsultan pengawas kredit untuk memberi rekomendasi kepada Bank Sindikasi dalam mencairkan dananya,” ujar Imron Direktur Keuangan PT TJP, yang ikut mendampingi konsultan pengawas kredit saat melakukan site visit ini.
___Pertimbangan lain sebagai bahan rekomendasi, diantaranya bukti tagihan, kelengkapan dokumen administratif, dan sebagainya. “Pencairan dana itu sesuai dengan klaim yang ditagihkan kontraktor. Fungsi konsultan pengawas kredit itu semacam memverifikasi.” imbuh Imron.
___Konsultan Pengawas Kredit memang salah satu yang dipersyaratkan dalam perjanjian kredit antara PT TJP dan Bank Sindikasi. Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 ini, PT TJP dan Bank Sindikasi sepakat menunjuk PT Piesta sebagai Konsultan Pengawas Kredit.
___Untuk selanjutnya, Konsultan Pengawas Kredit secara periodik akan melakukan kegiatan serupa sampai dengan selesainya Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 ini.(Donny)

 

PT TJP Lakukan Studi Banding ke Proyek Pembangunan Jalan Tol Bali

Surel Cetak PDF

___Untuk memastikan kelayakan produk dan alat yang dihasilkan PT Adhi Beton yang merupakan divisi khusus dalam pembuatan beton pracetak dari PT Adhi Karya, PT Transmarga Jatim Pasuruan mengutus dua karyawan, yakni Solikhan dan Hari Siswanto untuk melakukan studi banding ke PT Jasamarga Bali Tol, Jumat (12/4). Keduanya didampingi konsultan supervisi dan kontraktor pelaksana.
___PT Adhi Beton dalam hal ini membuat beton pra cetak seperti spun pile, slab beton, dan girder. Saat ini, produk-produk yang dihasilkan tersebut tengah digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Bali. Rencananya, PT Adhi Beton juga akan menawarkan produk-produk tersebut untuk pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan yang saat ini tengah dikerjakan.
___Setelah melihat langsung kesana, dapat disimpulkan bahwa secara umum produk-produk tersebut berkualitas cukup bagus. “Hanya saja memang ada beberapa produk yang teksturnya (permukaan beton) terjadi chipping (tidak rata, red). Namun itu wajar, tidak terlalu signifikan dan alat untuk erection/launching girder sangat layak untuk diterapkan pada bentang panjang. Dalam hal ini sangat mungkin dipakai untuk Jalan Tol Gempol-Pasuruan,” papar Solikhan.(Donny)

 

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/transmar/public_html/templates/transmarga/html/pagination.php on line 133
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL